CERPEN SAHABAT SMA

Persahabatan SMA 

Aku sekarang duduk di bangku SMA, sangat tidak terasa akhirnya aku bisa merasakan bangku SMA yang sangat aku tunggu sejak dulu. Sudah satu tahun aku melewati masa SMA, tentunya aku harus berkenalan dengan orang baru dan itu merupakan hal yang sulit bagiku karena aku adalah orang yang sulit berbaur dengan orang baru. Aku adalah tipe orang yang harus diajak jika ingin dekat dengan teman baru. 

 Pada suatu hari ada yang mengajakku untuk berkenalan dan aku merasa sangat senang karena akhirnya aku bisa mempunyai teman di kelas. Sampai pada akhirnya aku bisa berteman dengan semua teman di kelasku waktu kelas 10. Aku sangat merasa dekat dengan mereka, aku juga sudah merasa nyaman dengan teman baruku dan aku juga jadi sangat semangat untuk datang ke sekolah. Ternyata dunia SMA tidak semenyeramkan itu. Teman-teman disini juga baik, aku bisa menemukan sahabat baruku di sekolah ini. Mempunyai sahabat satu frekuensi adalah salah satu hadiah istimewa dari Tuhan. Jika pikiran kita tidak sejalan dengan pikiran sahabat kita, tentu kita tidak akan bisa nyaman berteman dengannya. Untungnya aku bisa mendapatkan teman yang satu frekuensi denganku, temanku selalu tertawa jika aku membuat candaan atau gurauan, begitupun sebaliknya, aku tertawa jika temanmu sedang membuat candaan. Begitu indahnya persahabatan jika kita memiliki teman yang bisa mengerti keadaan kita dan bisa mendengarkan cerita kita.

  Pada suatu hari, kita semua bermain ke salah satu mall yang ada di Bandung dengan tujuan untuk menonton film yang sedang viral pada saat itu yang KKN di Desa Penari. Kita sudah merencanakan agenda tersebut dari jauh-jauh hari dan akhirnya kita menonton pada hari libur setelah lebaran. Kita berjanjian untuk menonton pada pukul 11.00 AM dan kita berjanjian untuk kumpul dulu di adalah satu rumah teman kita agar pergi bersama-sama nantinya. Tetapi yang menjadi kebiasaan orang Indonesia pasti saja tidak selalu tepat waktu. Aku datang paling awal yaitu pada pukul 11.30, aku kira aku sangat terlambat datang, ternyata aku adalah orang pertama yang datang meskipun tidak tepat waktu. Tidak lama kemudian teman-temanku yang lain mulai berdatangan, tetapi ada satu orang yang sangat terlambat datang, Dia baru datang pada pukul 12.15. Padahal, kita sudah membeli tiket menontonnya via Online dan di jadwal menonton adalah pukul 12.40. Akhirnya kita bergegas untuk pergi karena jarak dari rumah temanku ke mall tersebut cukup jauh. Kita pergi menggunakan Grab karena kita semua tidak ada yang bisa mengendari motor hahaha. 

 Akhirnya Grab yang kita pesan telah datang, kita semua pun bergegas untuk langsung menaikki mobil tersebut. Di sepanjang jalan, kita sangat khawatir karena takut filmnya sudah dimulai dan kita ketinggalan menonton, belum lagi kita harus menukar kode booking dengan tiket fisik film. Pada akhirnya kita sampai di mall pada pukul 12.50 terlambat 10 menit, dan langsung mencari CGV yang ada di mall tersebut. Aku langsung menukar tiket dan kita segeran masuk ke ruangan menonton. Sesuai ekspektasi, kita terlambat memasuki ruangan dan film sudah mulai sekitar 10 menit. Aku sudah pernah menonton film KKN sebelumnya, jadi aku sudah tau alur cerita film tersebut. Kita pun menonton film tersebut dengan ketenangan, tidak mengobrol sepanjang film karena kita ketakutan dan fokus pada film tersebut. Akhirnya film selesai selama kurang lebih 2 jam. 
     
   Kita langsung keluar dari CGV dan mencari makan di sekitar mall karena kelaparan sudah mendatangi kita semua. Setelah berkeliling mencari makanan yang pas sesuai dengan selera kita semua, akhirnya kita memilih untuk makan di Hokben. Setelah makan, kita pergi mencari musholla karena waktu sudah menunjukkan pukul 17.00. Tidak tersangka hujanpun turun saat kita ingin pulang ke rumah. Karena tidak memungkinkan untuk naik motor, jadinya kita pulang bersama-sama lagi menggunakan GrabCar. Kita pulang ke rumah teman yang tadi kita berjanjian, tanpa ada rencana sebelumnya karena kita tidak mau memaksakan pulang dengan keadaan basah. Hujan tidak berhenti-henti sampai akhirnya kita semua memutuskan untuk membeli seblak sambil menunggu hujan reda. Hujanpun akhirnya reda pada pukul 20.00 dan kita akhirnya pulang ke rumah masing-masing.
 
  Kurikulum Merdeka mengharuskan kita untuk memilih pelajaran apa saja yang kita minati dan kita bisa mempelajari pelajaran tertentu saja. Jadi pada kelas 11, orang-orang yang ada di dalamnya tidak sama lagi dengan yang ada di kelas 10. Rasanya sangat sedih harus berpisah dengan teman-teman yang ada di kelas 10, baru satu tahun kita bersama-sama tetapi rasanya sangat nyaman berada di kelas 10. Teman-temannya sangat kompak, rasa kekeluargaannya pun sangat terasa di kelas 10. Kita semua sudah sangat dekat satu sama lain walaupun baru kenal satu tahun, tetapi mengapa kita harus berpisah di kelas 11? Rasanya sangat berat harus meninggalkan kelas yang diisi oleh beribu-ribu kenangan yang kita buat bersama.

  Beradaptasi kembali di Kelas 11 tidaklah mudah, kenyamanan di Kelas tentu harus dicari lagi, berkenalan dengan teman baru dan mencari teman yang satu frekuensi dengan kita sangat sulit. Tapi apa daya, aku harus menjalani kurikulum yang sedang dijalankan oleh Pemerintah demi kebaikan kita semua. Semoga di Kelas yang baru ini aku bisa mempunyai banyak teman dan kenangan baru di Kelas yang baru tanpa ada rasa malas untuk belajar karena tidak memiliki teman. Walaupun rasanya setiap hari aku sangat merindukan kelas 10 yang penuh dengan kenangan, berharap aku bisa kembali lagi ke kelas 10 dan membuat kenangan yang lebih banyak lagi bersama teman-temanku. 

 

Comments